Beberapa Tips Berkendara Mobil Saat Mudik

Beberapa Tips Berkendara Mobil Saat Mudik. Ritual wajib yang tidak bisa dilewatkan untuk Anda yang merantau ke kota besar menyambut libur Hari Raya Lebaran adalah mudik, orang-orang akan melakukan perjalanan jauh demi berlebaran bersama keluarga tercinta di kampung halaman.
Nah, apakah Anda berencana untuk pulang kampung dengan menggunakan mobil? Agar perjalanan Anda tetap nyaman dan aman.
1. Tune up
kendaraan sebaiknya dilakukan untuk “menyegarkan” kondisi mesin mobil, agar nyaman dan aman ketika berkendaraan jauh, jangan sampai kenyamanan dan keamanan berkendara terganggu karena performa mesin yang pincang, terutama pada saat melintasi jalanan yang tidak rata dan tanjakan.
2. Ganti Oli
Ganti oli merupakan satu hal yang harus dilakukan, salah satu alasannya adalah untuk mengurangi resiko overheating pada mesin.
Kenaikan temperatur mesin kendaraan menjadi lebih lama apabila  menggunakan oli yang baru, semakin tinggi beban mesin kendaraan, semakin tinggi resiko mengalami overheating.
Terutama jika mobil yang dikendarai membawa penumpang dengan kapasitas penuh, melewati jarak tempuh yang panjang, melintasi kemacetan dan jalanan dengan kondisi yang buruk.
Untuk membantu mengatasi overheating pada mesin, sebaiknya menggunakan coolant untuk air radiator, dan yang perlu diperhatikan juga adalah kondisi selang dan radiator itu sendiri.
3. Suspensi Kendaraan
Selain mesin, suspensi kendaraan juga penting untuk diperhatikan ketika berkendara jauh, ketika melakukan perjalanan jarak jauh atau mudik, kendaraan sangat memerlukan suspensi yang bekerja dengan baik.
Terutama bila kapasitas penumpang penuh, yang akan sangat  membebankan suspensi, terutama suspensi belakang, hal yang perlu diingat adalah suspensi belakang berfungsi untuk menahan berat kendaraan dan suspensi depan untuk pengendalian kendaraan, dan untuk mendapatkan stabilitas berkendara yang baik, kondisi suspensi harus benar-benar prima.
4. Ban
Untuk memastikan kendaraan memiliki handling yang baik untuk berkendara jarak jauh, pastikan kendaraan telah melewati proses spooring dan balancing, tekanan pada ban juga perlu diperhatikan, karena ban tidak hanya berfungsi untuk handling namun juga sebagai suspensi.  
“Banyak orang percaya kalau tekanan pada ban yang baik adalah 28 psi, namun kalau kendaraan berpenumpang penuh, tekanan ban dianjurkan 30-32 psi, dan seimbang untuk keempat ban, ban cadangan sudah pasti harus disiapkan.
Tekanan pada ban cadangan harus lebih tinggi dari ban yang dipakai, agar tekanan ban tidak kurang dari 30 psi ketika harus dipakai.
5. Rem
Hal berikutnya yang perlu diperhatikan adalah rem, rem merupakan hal yang sangat penting untuk keselamatan berkendara. 
“Pastikan rem berfungsi dengan baik, ganti minyak rem dengan yang baru, pastikan kondisi kampas rem, sistem caliper, sil dan master rem dalam kondisi baik, Agar rem maksimal, menggunakan minyak rem dengan DOT yang memiliki grade yang tinggi. 
“Sebaiknya gunakan minyak rem dengan DOT grade 4, biasanya standar grade kendaraan adalah DOT 3, tetapi DOT grade 4 memiliki daya cengkram yang lebih stabil untuk semua temperature, tetapi selain minyak rem, kampas rem pun harus dalam kondisi baik, karena percuma punya rem dengan daya cengkram bagus tapi kampas remnya habis.
 

Disain Elegan Mazda CX-5 Ambil Perhatian Pasar di RI.

Disain Elegan Mazda CX-5 Ambil Perhatian Pasar di RI. Besarnya pangsa pasar mobil buatan Jepang di Tanah Air, ternyata dirasakan juga Mazda Motor Corporation (MMC). Hal itu membuat MMC menjadikan Indonesia sebagai pasar potensial tujuan bisnis Mazda untuk kedepannya.

Menurut President and CEO Mazda Motor Corporation, Takashi Yamanouchi, dampak perlambatan perekonomian global yang terjadi di Amerika Serikat dan Eropa, serta tren penguatan Yen, dirasakan juga oleh Mazda.

"Namun kami tetap yakin dapat mengatasinya dengan target penjualan global sebesar 1,7 unit dan laba operasional senilai 150 miliar yen pada tahun 2016," kata Takashi Yamanouchi, Senin 9 Juli 2012 di Jakarta Selatan.

Sebagai bentuk komitmennya, Mazda memperkenalkan empat pilar untuk melakukan konsolidasi bisnisnya, yaitu dengan fokus pada penggunaan SKYACTIV Technology disemua lini produknya, memulai pendekatan "Manufacturing Innovation", memperkuat bisnisnya di pasar negara berkembang seperti di kawasan ASEAN, serta menjajaki kemitraan di berbagai bidang.

Yamanouchi menyatakan ASEAN merupakan pasar yang penting dan menargetkan 150 ribu unit di tahun 2015, atau tiga kali lipat dari angka penjualan pada tahun 2012.

"Di Indonesia kami melihat peningkatan penjualan sebesar 30 persen, dan kami memiliki komitmen untuk memperbaiaki struktur bisnis kami di sini," kata Yamanouchi.

Sebagai wujud komitmen di Indonesia, PT Mazda Motor Indonesia (MMI) akan meluncurkan model Mazda ke-4 yakni All-New BT-50 pro pada bulan Juli ini. Selain itu, di ajang Indonesia Internasional Motor Show 2012, MMI akan menampilkan Mazda Biante untuk pertama kalinya.

Biante adalah minivan dengan atap yang tinggi dengan kabin luas dan mewah dengan performa mengemudi khas Zoom-zoom. Biante diklaim akan mengidupkan semangat keseharian pengendara berjiwa sporty serta dapat menjadi mobil keluarga.

Untuk menambah varian dengan produk pintar dan bergaya hidup ramah lingkungan, Mazda juga akan menghadiri All-New Mazda6 dengan SKYACTIV technology.

"Pada bulan Juni 2012, MMI membukukan penjualan bulanan sebesar 1.074 unit, mengalahkan rekor penjualan sebelumnya di bulan November 2011 sebesar 1.071 unit," kata Keizo Ouke, Presiden Direktur MMI.